7 September 2016

Ragu dengan Qur'an Digital? Cobalah Aplikasi Qur'an Kemenag


Bagi umat Islam, membaca Al Quran adalah suatu kebutuhan. Tidak hanya dibaca, tapi lebih lanjut lagi untuk dipahami maknanya dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Al Qur'an adalah pedoman hidup bagi seorang muslim. (ini ceritanya saya lagi nasehati diri sendiri, karena jarang baca Al Qur'an)

Sekarang ini muncul tren membaca (tilawah) Al Qur'an di berbagai tempat dan kesempatan. Tren ini dipelopori oleh gerakan One Day One Juz (ODOJ), kalau saya tak salah. Nah untuk melakukan hal tersebut, tentunya butuh mushaf Al Quran yang praktis dibawa ke mana-mana. Bisa Al Quran dengan ukuran kecil atau paling simpel dengan menginstall aplikasi Al Quran di Smartpone.

Sepanjang pengamatan saya, meskipun jarang ditemukan kesalahan-kesalalahan (apalagi kesalahan fatal) di dalam aplikasi AlQuran, kenyataannya sebagian besar aplikasi-aplikasi yang banyak beredar atau bisa dikatakan hampir semuanya, belum dilakukan pentashihan secara resmi oleh lembaga yang berwenang. Hal ini berbeda dengan Al Quran cetak seperti yang beredar di pasaran. Yang akhirnya banyak orang yang ragu untuk menggunakan aplikasi AlQuran Digital, sehingga lebih memilih untuk membawa mushaf dalam bentuk cetak.

Nah menjawab hal tersebut, Kemenag melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an meluncurkan Al Quran digital yang diberi nama Qur'an Kemenag. Al Quran digital ini tersedia dalam format Android, iOS dan Web.

 

Dilansir dari laman Hidayatullah.com, dii samping menyajikan teks Al-Quran lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan, tafsir dalam dua varian: tahlili (30 juz) dan ringkas, suara murattal Al-Quran dari Syekh Mahmud Khalil al-Husairy, dan asbabun nuzul.

Tulisan Al-Quran yang digunakan dalam aplikasi ini bersumber dari Mushaf Al-Quran Suharto yang dalam penulisannya mengikuti Mushaf Al-Quran Standar Indonesia.

Mushaf Al-Quran Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Quran yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Quran yang berlangsung 9 kali dari tahun 1974 – 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Quran yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama.

Adapun Terjemahan Al-Quran yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al-Quran dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kemenag.

Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al-Quran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.

Jadi bagi yang masih ragu dengan aplikasi-aplikasi Al Quran yang tidak jelas, monggo bisa langsung install aplikasi Quran Kemenag ini di smartphonenya masing masing.

Oiya karena masih baru diluncurkan, sangat wajar jika masih ada kekurangan-kekurangan dalam aplikasi ini. Apa saja kekurangannya, bisa dibaca pada tulisan saya di laman E-Blog. Tentunya sangat diharapkan masukan-masukan dari pengguna agar aplikasi ini terus diperbaiki. Dengan kata lain jangan cuma sekedar unduh, tapi usahakan setelah dicoba, berikan komentar atau masukan melalui laman Download Google Play atau AppStore.

Tambahan nih, jika ingin menggunakan alternatif lain untuk aplikasi Al Quran digital, dapat menggunakan aplikasi-aplikasi di bawah ini yang Insya Allah, saya yakin bukan aplikasi Al Quran tak jelas. (Koreksi saya jika salah !)
  1. My Quran buatan The Wali Studio. Sudah memperoleh sertifikat tashih dari kemenag (http://www.thewalistudio.com/?page_id=510). Tersedia versi Infaq untuk fitur yang lebih lengkap
  2. Ayat - Al Quran buatan King Saud University. Tersedia berbagai pilihan mushaf, Tak hanya terjemahan, tetapi juga tersedia tafsir. Full Gratis
  3. Paket Aplikasi Al Quran buatan Quran.com (Quran Android. Indopak Quran, dll). Dibuat oleh tim Quran.com yang bekerja dalam proyek Pro Bono

Orang Jember asli. Operator pendidikan di SMAN 1 Jember.  Suami dari seorang istri. Bapak dari dua anak yang guanteng-guanteng.


EmoticonEmoticon