3 Mei 2015

Antara Eduard Douwes Dekker dan Ernest Douwes Dekker

Selama ini dalam sejarah Indonesia, yang saya tahu hanya ada 1(satu) Douwes Dekker. Douwes Dekker yang saya tahu ini adalah tokoh Belanda yang bernama depan Eduard, mempunyai nama samaran Multatuli, pengarang buku Max Havelaar dan juga tokoh yang disebut sebagai Tiga Serangkai bersama Ki Hadjar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo.

Pengetahuan ini saya dapat dalam pelajaran sejarah di Sekolah, yang seingat saya saat SMP dan SMA belasan tahun yang lalu. Saat itu dalam pikiran saya, hebat benar ada bule Belanda yang menjadi tokoh dalam pergerakan dan juga pendidikan di Indonesia.

Nyatanya ada perbedaan antara Douwes Dekker Multatuli dengan Douwes Dekker Tiga Serangkai.


Hal ini baru saya ketahui kemarin saat melihat artikel tentang Ki Hadjar Dewantara di Wikipedia. Di dalam artikel tersebut terdapat link yang menuju ke artikel mengenai Douwes Dekker. Keadaan sebenarnya menurut artikel tersebut, Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli bernama lengkap Eduard Douwes Dekker, mengarang novel satiris berjudul Max Havelaar yang berisi cerita kekejaman Belanda terhadap pribumi. Eduard Douwes Dekker mempunyai saudara bernama Jan Douwes Dekker. Jan ini mempunyai cucu bernama Ernest Douwes Dekker. Ernest yang kalau dilihat dari fotonya yang tidak terlau bule mungkin blasteran dengan orang Indonesia. Nah Ernest Douwes Dekker inilah yang merupakan salah satu tokoh dalam Tiga Serangkai yang pernah diasingkan bersama-sama Ki Hadjar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo. Ernest Douwes Dekker juga dikenal dengan nama lain yaitu Danudirja Setiabudi.

Eduard lahir di Belanda tahun 1820 dan meninggal di Jerman tahun 1887, sedangkan Ernest lahir di Pasuruan tahun 1879 dan meninggal di Bandung tahun 1950. Dari hal tersebut sangat tidak mungkin jika Eduard Douwes Dekker menjadi salah satu tokoh Tiga Serangkai yang baru dikenal dan disebutkan istilahnya pada periode 1920an.

Entah waktu itu guru saya juga mempunyai pemahaman yang sama seperti saya, beliau kurang informasi karena internet belum booming seperti sekarang. Atau mungkin saja saya yang salah pemahaman atau kurang memperhatikan saat pelajaran waktu itu, hehe :D

Sumber dan Rujukan : Wikipedia Indonesia

Orang Jember asli. Operator pendidikan di SMAN 1 Jember.  Suami dari seorang istri. Bapak dari dua anak yang guanteng-guanteng.


EmoticonEmoticon