21 September 2016

Pelatihan Penggunaan Soal-soal berbasis LMS di SMAN 1 Jember

Meneruskan tugas 2 minggu lalu mengenai sosilisasi program SMA Rujukan. Hari Minggu kemarin (18 September 2016) saya kembali diberi tugas dalam salah satu kegiatan yang merupakan rangkaian dalam program SMA Rujukan di SMAN 1 Jember. Kegiatan kali ini bertajuk Pelatihan Penggunaan Soal-soal Berbasis LMS.

Pembukaan Pelatihan
Dalam pelatihan ini fokus utamanya adalah praktik menyusun soal-soal berbasis TIK dengan menggunakan fasilitas LMS (Learning Manajemen System) yang dimiliki sekolah. Sama dengan kegiatan sosialisasi sebelumnya, dalam pelatihan ini juga diundang perwakilan dari sekolah imbas. Namun sayangnya salah satu sekolah berhalangan hadir.

Diawali dengan pembukaan, review dasar LMS dan doa, kegiatan kemudian dilanjutkan pada praktikum. Untuk praktikum ini dibagj menjadi 2 kelas yaitu kelas A di Lab Komputer 2 dan kelas B di Lab Komputer 3 (Lab Bahasa)

Dalam kegiatan ini saya berbagi tugas sebagai narasumber alias instruktur pelatihan bersama P. Heru Teguh (jangan salah yang ini bukan anaknya Mario Teguh yang lagi heboh itu). Dengan pembagian saya bertugas di kelas A dan P. Heru di kelas B.

P. Heru Teguh yang bukan anaknya Mario Teguh 
Di awal praktikum kami juga sempat mengawalinya dengan demo bagaimana penggunaan LMS SMAN 1 Jember khususnya melalui perangkat mobile, dimana fokusnya adalah untuk memperlihatkan bahwa LMS ini juga bisa digunakan sebagai media untuk pengumpulan tugas sekalipun tugas tersebut berupa tugas melalui tulisan tangan. Yang kemudian dilanjutkan dengan praktik pengaturan pembelajaran dan diakhiri dengan praktik pembuatan dan pengelolaan soal-soal menggunakan LMS.

Dalam praktik di Lab, juga dilibatkan Guru-guru yang sudah lebih sering dalam menggunakan LMS untuk membantu teman Guru lain yang masih kurang paham dalam pemakaaian LMS.




Bagi guru-guru SMAN 1 Jember sendiri, pelatihan ini sekaligus untuk merefresh kembali apa yang sudah dilakukan dalam pelatihan serupa beberapa tahun sebelumnya. Sedang bagi sekolah imbas hal ini sebagai pengetahuan tambahan serta gambaran penggunaan LMS jika mereka ingin mengembangkannya di sekolah masing-masing



Dengan waktu yang hanya satu hari untuk pelatihan ini membuat kami harus mengakali agar materi yang telah disiapkan dapat tersampaikan dengan baik meskipun lebih ke poin-poin pentingnya saja. Dan tentunya memang dirasa kurang untuk hasil yang ideal dengan waktu yang singkat tersebut. Tapi setidaknya bisa sebagaai pemacu khususnya bagi guru SMAN 1 Jember untuk lebih semagat lagi dalam menerapkan dan memanfaatkan LMS sebagai sarana untuk meningkatkan pengalaman belajar bagi siswa.

Orang Jember asli. Operator pendidikan di SMAN 1 Jember.  Suami dari seorang istri. Bapak dari dua anak yang guanteng-guanteng.


EmoticonEmoticon