13 Agustus 2020

Fitur Baru Google Meet dan Classroom (Coming soon)


Siapa yang tak kenal dengan Google Classroom dan Google Meet? Utamanya bagi anda yang berprofesi sebagai Guru, tentu tak asing dengan kedua layanan dari Google ini. Ya Classrrom dan Meet memang menjadi pilihan yang banyak digunakan dalam membantu Guru menerapkan pembelajaran daring.

Melihat makin populernya Classroom dan Meet, Google berencana memberikan fitur tambahan untuk meningkatkan kemampuand dari 2 aplikasi tersebut. Dilansir dari laman Google Blog, berikut beberapa peningkatan kemampuan yang akan dibawa pada Google Meet dan Classroom dan akan aktif tahun ini secara bertahap mulai akhir bulan Agustus.

Control untuk moderator pada Google Meet

Mungkin banyak yang menyayangkan minimnya fitur di Google Meet dibandingkan dengan kompetitor macam Zoom atau Webex, utamanya dalam hal kemampuan host dalam mengelola pertemuan.  Nah kali ini Google akan memberikan beberapa tambahan kemampuan untuk moderator 

  • Mencegah peserta bergabung dengan rapat setelah mereka dikeluarkan atau setelah mereka ditolak masuk dua kali (diluncurkan akhir bulan ini)
  • Akhiri pertemuan untuk semua peserta setelah kelas selesai (diluncurkan september)
  • Kelola permintaan bergabung dengan mudah, dengan menerima atau menolaknya secara massal (diluncurkan september)
  • Nonaktifkan chat dalam rapat dan atur batasan pada siapa yang bisa presentasi selama rapat (diluncurkan september)
  • Pengaturan yang mengharuskan pengajar untuk bergabung terlebih dahulu (diluncurkan september)

Lebih Interaktif dengan Google Meet

beberapa penambahan kemampuan juga diaplikasikan ke Google Meet untuk memaksimalkan interaksi antara guru dan siswa, antara lain
  • Tampilan tile 7x7 sehingga dalam satu layar dapat menampilkan hingga 49 partisipan (diluncurkan september)
  • Papan tulis kolaboratif dengan Jamboard di Meet sehingga Guru dapat mendorong siswa untuk berbagi ide dan mencoba pendekatan kreatif untuk pelajaran (diluncurkan september)
  • Buramkan atau ganti latar belakang. Fitur yang sudah lama ada di Zoom atau Webex kini hadir di Meet, Admin dapat menonaktifkan latar belakang khusus sesuai kebutuhan. (diluncurkan Oktober)
  • Pembagian kelas kecil dan juga pelacakan kehadiran pada sesi kelas virtual. Fitur yang sangat bagus ini sayangnya hanya hadir di versi Enterprisenya. (diluncurkan Oktober)
  • Fitur Mengangkat tangan untuk membantu Guru mengidentifikasi siswa yang mungkin membutuhkan bantuan atau memiliki pertanyaan. Belum diketahui pasti apakah dalam fitur ini dilakukan dengan menekan tombol seperti pada aplikasi kompetitor, atau akan mendeteksi otomatis siswa yang mengangkat tangannya di depan kamera. (diluncurkan akhir tahun)
  • Fitur interaktif lain adalah melakukan diskusi dan melakukan polling, yang lagi lagi sayangnya hanya hadir di edisi Enterprise


Penambahan Fitur Classroom
  • Widget untuk membantu guru dan siswa menemukan dan melacak tugas mereka dengan lebih baik di Kelas, halaman Kelas akan segera memiliki widget tugas untuk siswa dan widget untuk meninjau untuk guru. Dengan fitur ini akan membantu siswa dan guru untuk selalu mengetahui pekerjaan atau tugas mereka yang akan datang
  • Cara baru yang lebih mudah untuk bergabung dengan Classroom. Selain berbagi kode untuk bergabung di Classroom, Guru kini dapat berbagi tautan untuk bergabung dengan kelas cukup dengan sekali klik. Berbagi tautan memungkinkan guru untuk berbagi kelas di mana pun mereka berkomunikasi dengan siswa, termasuk di platform chat seperti WhatsApp.



Sebenarnya ada lagi fitur menarik lain yaitu penambahan kemampuan agar Guru bisa mengecek potensi plagiarisme pada tugas yang dikumpulkan siswa. Namun sayangnya fitur ini hanya bisa dinikmati pada Google for Education edisi Enterprise


Ya itulah beberapa peningkatan pada kemampuan di Google Meet dan Classroom. Mudah mudahan penambahan fitur ini akan banyak bermanfaat bagi pengguna khususnya yang memanfaatkan Google Suite for Education dalam mengelola pembelajaran daring di sekolah

Sumber : Google Blog

20 Desember 2016

Perubahan Bentuk Rapor Untuk SKS, Perlu Dikoreksi Lagi.

ilustrasi rapor sks
Masih terkait tentang penilaian Sekolah Menengah Atas dalam panduan terbaru yang saya share di posting sebelumnya. Kali ini saya akan coba membahas mengenai perubahan Rapor dalam panduan tersebut, khususnya pada Rapor untuk Sistem Kredit Semester (SKS)

18 Desember 2016

Panduan Penilaian SMA edisi November 2016. Layout Rapor Berubah Lagi, Iya Lagi

Barusan dapat kiriman dokumen PDF dari Kepala Sekolah, disertai permintaan untuk mencetak dokumen tersebut. Seperti biasa jika ada kiriman dari Kepala Sekolah, apalagi disuruh mencetak, pastilah dokumen yang penting.

panduan penilaian sma november 2016
Begitu, dokumen saya buka, terpampang judul "PANDUAN PENILAIAN OLEH PENDIDIK DAN SATUAN PENDIDIKAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS" disertai label kecil di bagian pojok atas bertuliskan "Edisi Nopember 2016". Wowww... panduan penilaian keluar lagi, setelah edisi sebelumnya dikeluarkan setahun yang lalu.

24 September 2016

Pilkada Rasa Pilpres. Sedikit Pendapat Saya Mengenai Pilgub DKI

Gambar dari: http://www.harnas.co/
Saat ini sampai beberapa bulan kedepan, panggung politik Indonesia tertuju ke Ibukota. Yup gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang tinggal mengitung bulan ini sudah menyelesaiakan masa pendaftaran calon tadi malam. Bahkan bisa dikata panasnya suasana pilkada ini sudah dirasakan sejak beberapa bulan yang lalu.

21 September 2016

Pelatihan Penggunaan Soal-soal berbasis LMS di SMAN 1 Jember

Meneruskan tugas 2 minggu lalu mengenai sosilisasi program SMA Rujukan. Hari Minggu kemarin (18 September 2016) saya kembali diberi tugas dalam salah satu kegiatan yang merupakan rangkaian dalam program SMA Rujukan di SMAN 1 Jember. Kegiatan kali ini bertajuk Pelatihan Penggunaan Soal-soal Berbasis LMS.

Pembukaan Pelatihan

7 September 2016

Ragu dengan Qur'an Digital? Cobalah Aplikasi Qur'an Kemenag


Bagi umat Islam, membaca Al Quran adalah suatu kebutuhan. Tidak hanya dibaca, tapi lebih lanjut lagi untuk dipahami maknanya dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Al Qur'an adalah pedoman hidup bagi seorang muslim. (ini ceritanya saya lagi nasehati diri sendiri, karena jarang baca Al Qur'an)

4 September 2016

Tugas Hari ini, Menyampaikan Materi di Sosialisasi SMAN 1 Jember Sebagai Sekolah Rujukan

Tugas rutin di sekolah yang seharusnya berakhir di hari Sabtu, pekan ini berlanjut sampai dengan hari Minggu. Hal ini berkenaan dengan kegiatan di SMAN 1 Jember hari ini, yaitu Sosialisasi Program SMA Rujukan. Tidak jadi libur hari ini, bukan menjadi masalah bagi saya, karena kegiatan ini memang terjadwal dan sudah tersiapkan jauh-jauh hari.

Peserta Sosialisasi Program SMA Rujukan

26 Agustus 2016

Solitaire dan Sitol di Google Search

Google sering memberikan kejutan tersembunyi di dalam mesin pencarinya. Yang terbaru seperti yang dilansir dari Blog resminya, Google memberikan kesempatan untuk mencoba permainan lawas Solitaire dan Sitol (silang pentol) alias Tic Tac Toe saat anda melakukan pencarian.

Seperti yang ditulis dalam Google Blog, cukup dengan mengetikkan kata kunci  "solitare" atau "tic tac toe" maka... eng ing eng.. kedua permainan itu langsung muncul dan dapat dimainkan.

Saat saya coba barusan, ternyata hanya tic tac toe yang dapat dimainkan. Di dalam permainan ini kita dapat memilih level dan juga mode permainan (melawan komputer atau teman)

Sedangkan saat menggunakan kata kunci solitaire, permainan yang dimaksud tidak muncul sama sekali, baik itu saat pencarian di PC Desktop maupun di Smartphone. Entah karena berada di wilayah Indonesia atau bagaimana saya tidak tahu, atau bisa jadi hanya saya yang mengalaminya

Selengkapnya bisa dicoba sendiri atau melihat kejutan lain seperti yang tertulis di dalam blognya, pada link sumber di bawah ini

Sumber : GoogleBlog

25 November 2015

Hari Guru dan Cerita Saya Tentang Guru

ilustrasi guru (facebook.com/sman1jember)
Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh Guru di Indonesia !
"Jasamu Tiada Tara" dari kutipan kalimat lagu Jasamu Guru ini, sudah sepantasnyalah semua orang, utamanya yang pernah makan bangku sekolahan, berterima kasih pada sosok yang disebut Guru ini.

Saya sendiri, meskipun pernah mengajar dan masih berkecimpung di dunia pendidikan, merasa belum pantas jika diberi selamat di peringatan Hari Guru yang jatuh pada hari ini 25 November 2015. Itupun jika ada yang mau memberi selamat, hehehehe.

15 Mei 2015

Petunjuk Teknis Penulisan Ijazah 2015

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang format Ijazah tahun 2015, Berikut  adalah Petunjuk Teknis (Juknis) Penulisan Ijazah tahun 2015. Juknis ini sudah bisa diperoleh dalam situs resmi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Secara garis besar pada sepertinya tidak ada perbedaan pada Juknis tahun ini dan tahun sebelumnya, selain format angka pada pencantuman nilai. Jika sebelumnya menggunakan rentang 0-10 (format satuan) dengan dua angka di belakang koma, maka pada tahun ini menggunakan rentang 0-100 (format puluhan) dengan 1 angka di belakang koma.

Format Ijazah dan SHUN 2015

Seperti yang kita ketahui bersama, tahun 2015 ini ada perbedaan dalam penentuan kelulusan di sekolah baik itu pendidikan dasar maupun menengah. Jika sebelumnya hasil Ujian Nasional (UN) menjadi salah satu penentu kelulusan, maka tahun ini UN hanya sebagai pemetaan hasil belajar dan pertimbangan  bagi Perguruan Tinggi untuk menerima mahasiswa baru. Sedangkan untuk kriteria kelulusan diserahkan pada sekolah masing-masing. Umumnya sekolah menggunakan Nilai Rapor dan Ujian Sekolah (Nilai Sekolah) dalam hal kriteria lulusan kali ini.

Hal ini tentunya berpengaruh pada penyesuaian format Ijazah yang akan digunakan oleh lulusan tahun ini. Nah kebetulan saya di  SMAN 1 Jember bertugas untuk mengolah nilai-nilai siswa sehingga saat penulisan ijazah saya pun harus menyediakan daftar nilai yang akan digunakan oleh para penulis ijazah. Agar penulisan nilainya mudah, saya harus menyediakan daftar nilai tersebut. dengan format yang sudah sesuai format ijazah yang akan ditulis. Alhamdulillah, berkat bantuan mbah google akhirnya ketemu info resmi dari Kemdikbud di situs http://litbang.kemdikbud.go.id/pengumuman/  mengenai bentuk, spesifikasi dan pencetakan ijazah tahun 2015.