Husnan[dot]Com
News Update
Loading...

Indonesia

[Indonesia][recentbylabel]

Mantap

[mantap][recentbylabel]
Hosting Unlimited Indonesia

31 Oktober 2020

Video Penjelasan dan Simulasi AKM Dengan Model MSAT

Video Penjelasan dan Simulasi AKM Dengan Model MSAT

Hari Selasa, 27 Oktober 2020 saya mengikuti kegiatan dari Pusmenjar Kemdikbud dalam rangkaian persiapan pelaksanaan AKM yaitu Simulasi Skala Kecil CAT berbasis MSAT. Simulasi ini disebut skala kecil karena hanya menyertakan Koordinator dan Tim Teknis di setiap Wilayah.


Fokus kegiatan ini adalah melakukan simulasi pada model asesmen dengan Multi Stage Adaptive Testing (MSAT) yang rencananya akan diterapkan pada AKM tahun 2021 mendatang. Model asesmen dengan MSAT ini didesain untuk dapat melakukan penyesuiaan tingkat kesukaran tes dengan tingkat kecakapan penempuh tes. Tentunya hal ini jauh berbeda dengan pelaksanaan Ujian Nasional, dimana pada UN siswa mendapatkan tingkat kesukaran yang sama hanya paket-paket soalnya saja yang berbeda

Dalam kegiatan kali ini, peserta diminta untuk melakukan kegiatan simulasi berdasarkan skenario yang telah ditetapkan dan terbagi menjadi beberapa kelompok

Nah bagaimana MSAT pada simulasi ini, baik penjelasan dan pelaksanaan simulasinya. Silahkan tonton pada video Youtube yang telah saya siapkan berikut ini :

28 Oktober 2020

Sosialisasi Asesmen Nasional SMA Negeri Kabupaten Jember

Sosialisasi Asesmen Nasional SMA Negeri Kabupaten Jember

Bertempat di Aula SMA Negeri 2 Jember, pagi tadi dilaksanakan sosialisasi tentang kebijakan Asesmen Nasional. Adapun sasaran kegiatan tersebut adalah seluruh SMA Negeri di Kabupaten Jember. Asesmen Nasional digadang sebagai pengganti dari Ujian Nasional yang meruapakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mas Menteri Nadiem Makarim.  


 Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan sosialisasi ini antara lain :

  1. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil. Jember : Dr. Mahrus Syamsul, MMPd
  2. Ketua TPMPD Kab. Jember : Dr. Rosyid, M.Si, MP
  3. Pengawas SMA Cabdin Wil. Jember : Ahmad Zaenuri, S.Pd, M.Pd

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ini, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wil. Jember Bapak Mahrus Syamsul. Dalam sambutannya ini beliau memaparkan kondisi terkini dalam penerapan dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah, dan rencana pelaksanaan dalam perkembangan situasi New Normal. 

Acara kemudian dilanjut oleh pemaparan oleh Bapak Rosyid selaku ketua TPMPD yang memberikan gambaran besar mengenai pelaksanaan Asesmen Nasional. Dalam penjelasannya beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Asesmen Nasional akan terdiri dari 3 Aspek yaitu AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar dan bagaimana metode pelaksanaannya serta tujuan yang akan dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bapak Ahmad Zaenuri selaku pengawas SMA kemudian melanjutkan paparan dengan menitik beratkan pada  detail pelaksanaan Asesmen Nasional itu sendiri. Bagaimana tantangan yang akan dihadapi oleh Sekolah, serta persiapan yang perlu dilakukan oleh Sekolah. Dalam sesi bersama Bapak Ahmad Zaenuri ini juga dilangsungkan tanya jawab dan diskusi tentang pelaksanaan Asesmen Nasional




Secara garis besar dari sosialisasi ini, peserta memperoleh informasi bahwa tujuan utama dari penggantian UN dengan Asesmen Nasional adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. Hal ini senada dengan apa yang telah disampaikan oleh Mas Menteri Nadiem Makarim dalam webinar beberapa hari yang lalu.


25 September 2020

Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Internet Kemdikbud Tahun 2020

Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Internet Kemdikbud Tahun 2020


Melalui live streaming yang disiarkan di Channel Resmi Kemdikbud beberapa waktu lalu, Mas Menteri Nadiem Makarim meresmikan kebijakan tentang Bantuan Kuota Internet bagi insan pendikan yang terlibat pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan pemerintah ini sejatinya memang sudah marak kita dengar melalui kabar media maupun perpesanan selama kuran lebih 1 bulan belakangan ini.
Dalam peresmian ini Mas menteri menegaskan kembali prosedur dan persyaratan dalam pemberian dan penyaluran kuota internet yang nantinya diperuntukkan bagi Peserta Didik (Siswa dan Mahasiswa) maupun Pengajar (Guru dan Dosen). Peresmian ini juga dihadiri sejara virtual oleh Menteri BUMN dan Menteri Komunikasi dan Informatika

Untuk kuota yang akan diterimakan nantinya akan terbagi menjadi 2 bagian yaitu Kuota Umum dan Kuota Belajar. Kuota Umum adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi sedangkan Kuota Belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran. Daftar Laman dan aplikasi pembelajaran yang bisa diakses melalui kuota belajar dapat dilihat melalui  http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/

Besaran kuota bagi peserta didik dan pengajar berbeda-beda dibagi menurut jenjangnya. Namun yang berbeda adalah pada besaran kuota belajarnya saja, sedangkan untuk kuota umum mendapatkan besaran yang sama yaitu 5GB. Untuk lebih jelasnya lihat infografis berikut 



Untuk persyaratan penerima bantuan, adalah peserta didik dan pengajar yang nomornya aktif dan terdaftar dalam aplikasi resmi kependidikan, dalam hal ini Dapodik (untuk pendidikan PAUD, Dasar dan Menengah) dan PDDikti (untuk mahasiswa dan dosen). 




Dalam hal penerima bantuan yang merasa berhak tapi tidak kunjung mendapat bantuan, dapat melakukan pengecekan pada satuan pendidikan dengan mekanisme di bawah ini




Dalam hal penyaluran penerimaan bantuan kuota internet akan dilakukan dalam beberapa tahap dan penjadwalan dalam 4 bulan jadwal penerimaan


13 Agustus 2020

Fitur Baru Google Meet dan Classroom (Coming soon)

Fitur Baru Google Meet dan Classroom (Coming soon)


Siapa yang tak kenal dengan Google Classroom dan Google Meet? Utamanya bagi anda yang berprofesi sebagai Guru, tentu tak asing dengan kedua layanan dari Google ini. Ya Classrrom dan Meet memang menjadi pilihan yang banyak digunakan dalam membantu Guru menerapkan pembelajaran daring.

Melihat makin populernya Classroom dan Meet, Google berencana memberikan fitur tambahan untuk meningkatkan kemampuand dari 2 aplikasi tersebut. Dilansir dari laman Google Blog, berikut beberapa peningkatan kemampuan yang akan dibawa pada Google Meet dan Classroom dan akan aktif tahun ini secara bertahap mulai akhir bulan Agustus.

Control untuk moderator pada Google Meet

Mungkin banyak yang menyayangkan minimnya fitur di Google Meet dibandingkan dengan kompetitor macam Zoom atau Webex, utamanya dalam hal kemampuan host dalam mengelola pertemuan.  Nah kali ini Google akan memberikan beberapa tambahan kemampuan untuk moderator 

  • Mencegah peserta bergabung dengan rapat setelah mereka dikeluarkan atau setelah mereka ditolak masuk dua kali (diluncurkan akhir bulan ini)
  • Akhiri pertemuan untuk semua peserta setelah kelas selesai (diluncurkan september)
  • Kelola permintaan bergabung dengan mudah, dengan menerima atau menolaknya secara massal (diluncurkan september)
  • Nonaktifkan chat dalam rapat dan atur batasan pada siapa yang bisa presentasi selama rapat (diluncurkan september)
  • Pengaturan yang mengharuskan pengajar untuk bergabung terlebih dahulu (diluncurkan september)

Lebih Interaktif dengan Google Meet

beberapa penambahan kemampuan juga diaplikasikan ke Google Meet untuk memaksimalkan interaksi antara guru dan siswa, antara lain
  • Tampilan tile 7x7 sehingga dalam satu layar dapat menampilkan hingga 49 partisipan (diluncurkan september)
  • Papan tulis kolaboratif dengan Jamboard di Meet sehingga Guru dapat mendorong siswa untuk berbagi ide dan mencoba pendekatan kreatif untuk pelajaran (diluncurkan september)
  • Buramkan atau ganti latar belakang. Fitur yang sudah lama ada di Zoom atau Webex kini hadir di Meet, Admin dapat menonaktifkan latar belakang khusus sesuai kebutuhan. (diluncurkan Oktober)
  • Pembagian kelas kecil dan juga pelacakan kehadiran pada sesi kelas virtual. Fitur yang sangat bagus ini sayangnya hanya hadir di versi Enterprisenya. (diluncurkan Oktober)
  • Fitur Mengangkat tangan untuk membantu Guru mengidentifikasi siswa yang mungkin membutuhkan bantuan atau memiliki pertanyaan. Belum diketahui pasti apakah dalam fitur ini dilakukan dengan menekan tombol seperti pada aplikasi kompetitor, atau akan mendeteksi otomatis siswa yang mengangkat tangannya di depan kamera. (diluncurkan akhir tahun)
  • Fitur interaktif lain adalah melakukan diskusi dan melakukan polling, yang lagi lagi sayangnya hanya hadir di edisi Enterprise


Penambahan Fitur Classroom
  • Widget untuk membantu guru dan siswa menemukan dan melacak tugas mereka dengan lebih baik di Kelas, halaman Kelas akan segera memiliki widget tugas untuk siswa dan widget untuk meninjau untuk guru. Dengan fitur ini akan membantu siswa dan guru untuk selalu mengetahui pekerjaan atau tugas mereka yang akan datang
  • Cara baru yang lebih mudah untuk bergabung dengan Classroom. Selain berbagi kode untuk bergabung di Classroom, Guru kini dapat berbagi tautan untuk bergabung dengan kelas cukup dengan sekali klik. Berbagi tautan memungkinkan guru untuk berbagi kelas di mana pun mereka berkomunikasi dengan siswa, termasuk di platform chat seperti WhatsApp.



Sebenarnya ada lagi fitur menarik lain yaitu penambahan kemampuan agar Guru bisa mengecek potensi plagiarisme pada tugas yang dikumpulkan siswa. Namun sayangnya fitur ini hanya bisa dinikmati pada Google for Education edisi Enterprise


Ya itulah beberapa peningkatan pada kemampuan di Google Meet dan Classroom. Mudah mudahan penambahan fitur ini akan banyak bermanfaat bagi pengguna khususnya yang memanfaatkan Google Suite for Education dalam mengelola pembelajaran daring di sekolah

Sumber : Google Blog

20 Desember 2016

18 Desember 2016

Panduan Penilaian SMA edisi November 2016. Layout Rapor Berubah Lagi, Iya Lagi

Panduan Penilaian SMA edisi November 2016. Layout Rapor Berubah Lagi, Iya Lagi

Barusan dapat kiriman dokumen PDF dari Kepala Sekolah, disertai permintaan untuk mencetak dokumen tersebut. Seperti biasa jika ada kiriman dari Kepala Sekolah, apalagi disuruh mencetak, pastilah dokumen yang penting.

panduan penilaian sma november 2016
Begitu, dokumen saya buka, terpampang judul "PANDUAN PENILAIAN OLEH PENDIDIK DAN SATUAN PENDIDIKAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS" disertai label kecil di bagian pojok atas bertuliskan "Edisi Nopember 2016". Wowww... panduan penilaian keluar lagi, setelah edisi sebelumnya dikeluarkan setahun yang lalu.

24 September 2016

Pilkada Rasa Pilpres. Sedikit Pendapat Saya Mengenai Pilgub DKI

Pilkada Rasa Pilpres. Sedikit Pendapat Saya Mengenai Pilgub DKI

Gambar dari: http://www.harnas.co/
Saat ini sampai beberapa bulan kedepan, panggung politik Indonesia tertuju ke Ibukota. Yup gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang tinggal mengitung bulan ini sudah menyelesaiakan masa pendaftaran calon tadi malam. Bahkan bisa dikata panasnya suasana pilkada ini sudah dirasakan sejak beberapa bulan yang lalu.

21 September 2016

Husnan.Com

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done