20 Desember 2016

Perubahan Bentuk Rapor Untuk SKS, Perlu Dikoreksi Lagi.

ilustrasi rapor sks
Masih terkait tentang penilaian Sekolah Menengah Atas dalam panduan terbaru yang saya share di posting sebelumnya. Kali ini saya akan coba membahas mengenai perubahan Rapor dalam panduan tersebut, khususnya pada Rapor untuk Sistem Kredit Semester (SKS)

Di tempat saya bekerja (SMAN 1 Jember), mulai diterapkan SKS di tahun pelajaran ini, tepatnya untuk tingkat kelas X (siswa tahun ajaran baru). Sehingga untuk urusan Rapor pada kelas X tentunya harus menyesuaikan/ menggunakan bentuk Rapor untuk SKS. Untuk semester ganjil ini kami masih mengacu pada bentuk Rapor yang tertuang dalam Panduan Penilaian Untuk SMA Tahun 2015.

Dengan hadirnya panduan penilaian terbaru (Edisi November 2016), tentunya segala penilaian termasuk bentuk Rapor akan menyesuaikan dengan panduan tersebut. Seperti yang saya sampaikan dalam posting sebelumya, terdapat perubahan dalam Layout Rapor dalam panduan tahun 2016 tersebut.

Untuk Rapor dalam Sistem Paket, sekalipun ada perubahan, saya pikir tidak terlalu masalah karena hanya merubah bentuk dan penempatan informasi saja, dimana terjadi pemisahan tabel antara nilai pengetahuaan dan keterampilan, serta penggabungan informasi deskripsi penilaian pengetahuan ke dalam tabel nilai pengetahuan dan deskripsi penilaian keterampilan ke dalam tabel nilai keterampilan. Singkat kata, data yang digunakan relatif sama dengan bentuk Rapor sebelumnya hanya berbeda penempatan. sebagai ilustrasi lihat gambar berikut :

klik untuk memperbesar gambar

Tidak seperti SKS, perubahan dalam bentuk Rapor untuk SKS menurut saya ada masalah atau kurang tepat, seperti dipaksakan atau kurang dipikirkan perubahannya. Mengapa pendapat saya seperti itu, monggo saya bahas.

Dalam SKS, perbedaan yang paling mencolok dari sistem paket adalah adanya informasi mengenai Beban Belajar dalam satuan jam pelajaran dan  nilai IP (Indeks Prestasi) Semester. Untuk menghasilkan IP Semester terdapat proses penghitungan antara Beban Belajar dan Rata-rata nilai pengetahuan dan keterampilan, lebih jelasnya lihat gambar berikut :

klik gambar untuk memperbesar
Gambar di atas adalah penjelasan mengenai penghitungan IP Semester disertai contoh bentuk Rapor berdasarkan panduan tahun 2015

Jadi dengan adanya IP Semester yang berasal dari proses penghitungan Beban Belajar dan Rata-rata nilai seperti di atas, maka sangat tepat jika bentuk rapornya seperti gambar tersebut, dimana informasi mengenai Beban Belajar (N), Nilai Keterampilan, Nilai Pengetahuan, Rata-rata Nilai (N), Hasi perkalian Nilai dan Beban Belajar (N x B), Jumlah Total Beban Belajar dan Jumlah total NxB berada dalam satu tampilan / satu tabel

Permasalahannya dalam panduan edisi November 2016, bentuk Rapor untuk SKS mengikuti perubahan yang terjadi pada Rapor sistem paket, yaitu pemisahan antara tabel Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan, lebih jelasnya lihat gambar berikut :

klik gambar untuk memperbesar
Kalau diperhatikan baik-baik pada gambar di atas, berikut yang saya anggap aneh :

  1. pada gambar NILAI PENGETAHUAN terdapat kolom Rata-rata (N), dengan N merupakan rata-rata dari NILAI PENGETAHUAN dan NILAI KETERAMPILAN, padahal NILAI KETERAMPILAN belum muncul pada tabel tersebut, kenapa sudah ada RATA-RATA. Terlebih lagi ada kolom NxB yang merupakan hasil kali Rata-rata dengan Beban Belajar
  2. pada gambar NILAI PENGETAHUAN terdapat IP Semester, lihat rumusnya, IP Semester juga memiliki komponen NILAI KETERAMPILAN, sedangkan NILAI KETERAMPILAN baru muncul di tabel berikutnya (tabel yang berbeda)
  3. pada gambar NILAI KETERAMPILAN, terdapat pula kolom Rata-rata (N) dan NxB  yang berisi nilai yang sama dengan kolom N dan NxB pada NILAI PENGETAHUAN. Di sini terjadi pengulangan informasi
Karena itulah kenapa saya anggap perubahan pada Rapor SKS kurang tepat, saya sebut seperti dipaksakan karena terjadi pemisahan antara Nilai Pengetahuan dan Nilai Keterampilan (yang seharusnya dalam satu tabel untuk SKS), hanya untuk memaksakan Deskripsi masuk ke dalam setiap tabel penilaian.

Dengan demikian saya berencana untuk tidak menggunakan panduan 2016 tersebut untuk Rapor SKS, tentunya dengan menjelaskan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang alasannya.

Bisa juga panduan tersebut masih belum final atau akan ada perbaikan lagi (mudah-mudahan). Terakhir tidak menutup kemungkinan ada kekeliruan dalam pendapat saya. Mohon koreksi jika ada yang salah. 

Orang Jember asli. Operator pendidikan di SMAN 1 Jember.  Suami dari seorang istri. Bapak dari dua anak yang guanteng-guanteng.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon