22 September 2014

Jurus Marketing Xiaomi bikin Penggemar Gadget Makin Penasaran

Tak dipungkiri pasar Smartphone di Indonesia saat ini telah dijejali dengan merek-merek china yang menawarkan harga miring. Salah satu yang paling anyar adalah Xiaomi. Berbeda dengan merek China lain yang biasanya mempunyai kualitas seadanya untuk mengejar harga serendah mungkin. Xiaomi yang sering disebut sebagai Apple dari China menawarkan kualitas perangkat yang cukup mentereng tapi dengan harga yang tetap miring.

Seperti pada penjualan di negara lain, di Indonesia pun Xiaomi berhasil mencatatkan penjualan yang fenomenal. Padahal Xiaomi hanya menawarkan 1 tipe ponsel saja di awal expansinya di tanah air yaitu tipe Redmi 1S.

Berdasarkan berita dari Detikinet, Sampai saat ini Xiaomi telah berhasil menjual 25.000 Redmi 1S dalam 3 kali periode penjualan. Itupun pada tiap peridodenya hanya membutuhkan rata-rata 7,6 menit untuk menghabiskan stoknya. Tentunya ini merupakan hasil yang sangat fenomenal bagi sebuah merek ponsel China di Indonesia.

Redmi 1S yang dijual di Indonesia
Selain karena harga yang miring, dan spesifikasi yang tinggi. Tentunya pencapaian ini tak lepas dari berita mengenai Xiaomi yang sangat fenomenal bahkan sampai dijuluki Apple dari China. Sehingga membuat penggemar gadget di Indonesia sangat penasaran. Makin penasaran karena selain itu ternyata Xiaomi menerapkan sebuah taktik marketing yang disebut dengan "hunger marketing". Strategi ini merupakan strategi yang selalu diterapkan Xiaomi di setiap negara yang disambanginya.

Apa itu hunger marketing.? Menurut situs Wallrich, hunger marketing adalah cara suatu perusahaan membawa produknya ke pasaran dengan harga menarik untuk memikat pelanggan potensial, kemudian membatasi pasokannya.

Pembatasan pasokan ini membuat rasa penasaran di pasar, sehingga permintaan naik. Ketika permintaan semakin naik, pengelola produk itu dapat menaikan harga dan tentu saja menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.

Hunger marketing ini memberikan dua efek utama bagi pemegang merek, bukan hanya dapat menaikkan harga, tetapi juga menciptakan nilai tinggi untuk merek dalam rangka menaikkan citra si merek tersebut.

Dengan cara inilah Xiaomi membuat para penggemar gadget makin penasaran, meskipun tak sedikit yang mengalami kekecewaan karena tidak berhasil atau kesulitan mendapatkan gadget Xiaomi idamannya. Tapi bagi Xiaomi hal ini tentu makin bagus karena keuntungan yang didapat makin bertambah. Tak hanya itu, untuk tetap dapat menjaga keuntungan meskipun harga yang ditawarkan sangat rendah, Kabarnya Xiaomi tidak beriklan di media kecuali ada yang menawarkannya secara gratis. Weleh-weleh

Sumber dan Gambar : Detikinet, Wikimedia

Orang Jember asli. Operator pendidikan di SMAN 1 Jember.  Suami dari seorang istri. Bapak dari dua anak yang guanteng-guanteng.


EmoticonEmoticon