29 September 2014

Belajar dari MotoGP di Aragon tadi malam

Balapan MotoGP yang ditayangkan tadi malam berakhir dengan kemenangan tim jagoan saya, Yamaha, melalui pembalapnya yaitu Jorge Lorenzo. Namun sayang, pembalap Yamaha lain yang lebih saya jagokan yaitu Valentino Rossi gagal finish karena mengalami kecelakaan di lap-lap awal. Sedangkan dua pembalap di klasemen teratas gagal meraih hasil maksimal karena sempat terpeleset di lap-lap terakhir


selebrasi khas Lorenzo saat di podium tadi malam
Terlepas dari itu, semua pasti setuju jika balapan tadi malam berlangsung dengan seru dan penuh kejutan. Tak hanya itu, di akhir balapan ada pelajaran yang bisa dipetik terutama dari sang juara race, Lorenzo.

Kejutan sebenarnya sudah terjadi di lap awal. Saat Andrea Ianone merangsek ke posisi terdepan dengan mengasapi Marc Marquez. Namun sayang sebuah kesalahan kecil membuat Ianone harus terpental dan gagal melanjutkan race. Selang beberapa lap, sebuah percobaan overtake yang gagal dari Valentino Rossi membuat ia harus menyusul pembalap yang terjatuh sebelumnya. Sepertinya Rossi masih terngiang dengan raihan juara di race sebelumnya. Mungkin di dalam pikirannya ia membayangkan bisa meraih posisi teratas lagi, sehingga ia kurang perhitungan saat melakukan hal tersebut. hehe

Valentino Rossi harus dibopong setelah terjatuh
Sementara posisi Marc Marquez langsung berubah menggantikan Ianone yang terjatuh, disusul oleh Lorenzo di posisi kedua. Saat di posisi di urutan paling depan seperti ini, terlebih dengan motor yang bisa dikatakan paling baik dari motor lain, biasanya sulit untuk menyusul si Baby Alien. Hanya kondisi dan kesalahan saja yang mungkin dapat menurunkan posisi atau bahkan menggagalkannya. Dan hal tersebut terjadi pada race malam tadi.

Duel 3 pembalap spanyol di posisi terdepan
Di lap-lap terakhir, saat Marquez, Lorenzo dan Pedrosa saling menyusul untuk berebut posisi pertama, hujan mulai turun. Petugas race pun mengibarkan bendera putih dengan tanda silang merah sebagai tanda pada riders bahwa lintasan dalam kondisi basah. Saat rider diijinkan untuk mengganti motor, 2 rider yang saat itu ada di posisi terdepan yaitu Marquez dan Pedrosa memilih untuk menunda penggantian motor dan memilih untuk "nekat" di lintasan basah. Sedangkan Lorenzo memilih untuk bermain aman dengan mengganti motornya. Keputusan penuh emosi Pedrosa untuk menyusul Marquez  pun membuahkan hasil, baru beberapa ratus meter dari jalur pitstop Pedrosa terpeleset.

Marc Marquez mungkin sudah berpikir bahwa dialah yang akan memenangkan balapan ini. Tapi sayang saat menuju lap berikutnya, baru beberapa ratus meter dari jalur pitstop, Si Baby Alien terpeleset dan harus bersusah payah untuk mengangkat motornya untuk kembali ke lintasan. Sementara Marquez jatuh, Lorenzo yang sudah mengganti motornya, dengan nyantainya menyusul. Dan sampai lap terakhir Lorenzo tidak terkejar dan akhirnya merebut kemenangan pertamanya musim ini.

Marquez saat harus terjatuh karena terlambat mengganti motor
Ya.. mungkin ini adalah hari keberuntungan Lorenzo karena 2 rider saingannya di posisi terdepan terjatuh. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, bahwa hasil yang diraih Lorenzo tak lepas dari pengambilan keputusan penting untuk langsung mengganti motornya saat kondisi sudah tidak bersahabat. Sementara 2 rivalnya dari Repsol Honda memilih untuk mengambil resiko dengan tetap melaju di lintasan basah mengggunakan ban yang tidak sesuai. Yang akhirnya semua keputusan-keputusan tersebut berperan besar dalam hasil akhir balapan.

Sementara Marc Marquez, sekalipun masih bertengger di puncak klasemen, nyatanya harus menyesali keputusannya untuk menunda mengganti ban. Dalam sebuah sesi wawancara Marquez mengatakan
"Aku berusaha terus di lintasan karena terus-terusan berpikir mengenai jarak dengan pembalap kedua. Aku tidak terlalu pelan tapi aku tak pernah mempertimbangkan resiko melaju dengan ban slick di tarmac basah. Jadi dapat dibilang itu cuma kesalahanku dan maaf kepada tim karena akulah yang memutuskan untuk terus di lintasan"
Sekalipun banyak faktor yang mempengaruhi hasil dari sebuah balapan, tapi ada salah satu pelajaran yang dapat diambil adalah bagaimana mengambil sebuah keputusan penting dengan pertimbangan yang matang dan kepala dingin, bukan dengan emosi. :-D

Orang Jember asli. Operator pendidikan di SMAN 1 Jember.  Suami dari seorang istri. Bapak dari dua anak yang guanteng-guanteng.


EmoticonEmoticon